4 Hambatan Penerapan SIM PAUD di Indonesia

4 Hambatan Penerapan SIM PAUD di Indonesia – Mengelola pendidikan tidak dapat disamakan dengan tempat usaha barang. Mengelola sumber daya manusia yang memiliki keunikan-keunikan masing-masing, oleh karena itu dibutuhkan formula yang tepat dalam mengatur segala permasalahan, terutama untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Penerapan SIM Pendidikan sebenarnya ditujukan untuk membantu memudahkan pengelolaan data-data dan informasi. Tentunya yang berkaitan dengan lembaga, meliputi penerimaan siswa baru, akademis, juga dapat menjadi media interaktif antara sekolah dan orang tua atau wali murid.

SIM PAUD

Hambatan Penerapan SIM PAUD

Gambaran SIM PAUD yang dibutuhkan idealnya adalah bagaimana para pengambil keputusan bidang pendidikan dapat dengan mudah mencari informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan terkait pendidikan. Misalnya, beberapa jumlah sumber daya manusia pendidikan yang dibutuhkan, jenis sekolah, tingkatan sekolah, pelaksanaan kurikulum, perkembangan lembaga pendidikan lokal, regional, nasional, bahkan internasional untuk dapat memperbaiki kinerja.

Namun pada perjalanannya, sistem informasi manajemen yang diterapkan menemui hambatan. Hambatan dapat berasal dari para sumber daya pendidik, atau dari sistemnya sendiri yang belum sesuai. Sehingga bukan memudahkan, namun menjadikan sistem informasi tidak berjalan membantu dalam kinerja pendidik. Berikut rangkuman 3 hambatan dalam penerapan sistem informasi manajemen di PAUD.

1. Kendala Manajerial

Dalam menerapkan SIM PAUD dibutuhkan suatu komitmen dalam manajemen khususnya pada tim manajemen yang terlibat dalam ruang lingkup penerapan sistem informasi. Tidak adanya aspek yang terstruktural, job description yang jelas, serta koordinasi yang baik, merupakan sebuah hambatan besar dalam pelaksanaan sistem informasi manajemen.

Pentingnya pihak manajemen untuk berpartisipasi aktif mengedepankan teamwork dan kualitas kinerja, akan memperbaiki sistem informasi manajemen yang jelas. Dukungan dan komitmen jelas diperlukan untuk mendukung berjalannya proses implementasi. Pada kenyataannya, kurangnya komitmen tersebut menjadi faktor utama dalam kegagalan penerapan sistem informasi manajemen di sebuah pendidikan, terutama PAUD.

2. Disintegrasi Sistem Informasi

Disintegrasi sistem informasi terjadi di mana informasi antar unit dalam sebuah organisasi masih terpisah satu dengan yang lainnya. Masing-masing memiliki data dengan subjek atau objek yang sama, namun tidak ada kesesuaian kuantitas maupun kualitas. Oleh karenanya terjadi ketidakjelasan informasi, hal ini sering terjadi jika penerapan SIM PAUD tidak dijalankan dengan baik.

Basis data yang ada belum merujuk pada suatu sistem penyimpanan data yang terpusat. Melainkan digunakan basis data yang berdasar pada data yang dimiliki oleh masing-masing unit. Keadaan ini yang akan menyebabkan kesulitan dalam proses validasi dan penggunaan data secara terintegrasi.

3. Fasilitas Penunjang untuk SIM PAUD

Kurangnya fasilitas untuk penerapan SIM PAUD tentu menjadi hambatan. Misalnya dalam pengembangan infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk menjamin ketersediaan layanan. Dalam sejumlah aplikasi sistem, kebutuhan infrastruktur diperlukan untuk mengoperasikan sistem. Fasilitas penunjang berupa infrastruktur hardware maupun software belum banyak dipenuhi sehingga tidak menunjang kesempatan untuk semakin berkembang.

4. Kendala Sumber Daya Manusia

Salah satu kendala yang sering muncul ketika organisasi/perusahaan menerapkan SIM adalah kurangnya sumber daya manusia yang mendukung proses. Kendala SDM dapat berbagai macam misalnya:

-          Kurangnya pemahaman serta kompetensi pegawai untuk mendukung penerapan SIM

-          Kurangnya jumlah personil yang mengakibatkan setiap personil harus melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan, untuk penerapan SIM.

-          Tidak adanya personil yang ahli di bidang informas, sehingga penerapan yang dilakukan tidak practical.

Penerapan SIM PAUD pada dasarnya sangat penting untuk dapat menciptakan penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan yang efektif. Apalagi jika dapat mewujudkan tertibnya administrasi sekolah, terciptanya peningkatan pelayanan sekolah,dan tentunya akan berkurangnya permasalahan mengenai kebutuhan informasi untuk semua pihak.


Post a Comment for "4 Hambatan Penerapan SIM PAUD di Indonesia"